Rabu, 18 Januari 2012

Kalo Ada yang Murah & Enak, Kenapa Cari yang Mahal?

Syarat tempat makan yang istimewa menurut saya itu harus NEMU alias Nyaman, Enak dan MUrah. Tidak mudah untuk menemukan yang NEMU itu di Bali, khususnya Denpasar. Banyak informasi yang saya peroleh mengenai tempat makan yang NEMU di Denpasar, namun hanya ada 3 tempat makan yang selalu saya kunjungi kalau saya ke Denpasar. Siapa tahu informasi ini bisa jadi referensi Anda saat liburan di Denpasar.

Rujak Gelogor
Terletak di Jalan Bukit Tunggal Pemecutan Denpasar, warung sederhana ini terletak dihalaman parkir depan sebuah rumah khas Bali. Dari namanya saja, warung ini memang menjual makanan rujak buah. Namun berbeda dengan rujak buah yang mungkin telah dikenal seperti rujak dengan gula merah, rujak yang dijual di warung ini menyediakan rujak kuah pindang (air kaldu dari ikan tongkol yang direbus). Selain rujak, warung ini juga menyediakan makanan tipat cantok (mirip seperti gado-gado/pecel, tetapi campuran bumbu, lontong, berbagai macam rebusan sayuran seperti kacang panjang, kangung, dan tauge, irisan tahu, mentimun diaduk menjadi satu) dengan taburan kacang hijau goreng dibagian atasnya. 

Juga tersedia rujak rumput laut atau di Bali disebut Rujak Bulung. Rumput laut yang berwarna hijau dan kuning, dikeringkan dan direbus. Dicampurkan dengan parutan kelapa yang telah dibakar dan dilamuri bumbu yang terbuat dari cabe, terasi, garam dan sedikit gula merah serta kuah pindang. Terakhir dibagian atasnya ditaburi kacang hijau yang telah digoreng. Minuman yang tersedia seperti es campur, es gula merah, es susu coklat dan berbagai macam minuman kemasan lainnya. Berbagai macam camilan krupuk juga tertata rapi.
Rasanya yang nikmat tapi soal harga, seporsi makanan mulai dari Rp 5.000,- hingga Rp 10.000,-. Untuk minuman mulai Rp 2.500,- hingga Rp 5.000,-. Jika Anda ingin menikmati makanan di warung tersebut, tempat duduk yang disediakan memang terbatas. Buka mulai pukul 10 pagi hingga sore hari, warung ini selalu ramai dikunjungi. Jangan lupa, saat datang, langsung memesan dengan cara mencatat dan memberikan kepada penjual. 

Ayam Betutu Gilimanuk
Tidak perlu jauh-jauh untuk ke Gilimanuk, Jembrana, Bali untuk menikmati makanan khas Ayam Betutu, karena di Denpasar juga sudah tersedia. Ya, Rumah Makan Ayam Betutu Gilimanuk ada juga di Jalan Raya Tuban No 2X atau sekitar 5 menit dari Bandara Ngurah Rai atau 10 menit dari Kuta. Berbagai macam jenis olahan ayam betutu tersedia di rumah makan ini. Mulai dari ayam betutu kuah, bakar hingga goreng. Namun yang paling banyak dipesan adalah ayam betutu original dengan kuahnya yang sangat lezat.
Sepotong ayam betutu lengkap dengan sayuran, sambal matah (campuran cabe, bawang merah, garam, dan sedikit minyak kelapa), serta gorengan kacang tanah beserta nasi putih dijual seharga mulai dari Rp 15.000,-. Namun jika Anda bersama rombongan, tersedia pula menu dengan porsi untuk 2-5 orang. Jangan khawatir, disini yang disajikan hanya menu yang terbuat dari ayam saja. Jika ingin menu lainnya juga tersedia betutu dari daging kuwir (sejenis bebek). Tempat makan disini cukup luas, jadi jangan khawatir apabila kehabisan tempat. Namun tidak ada salahnya untuk melakukan reservasi terlebih dahulu apabila akan datang secara rombongan.


Nasi Jinggo Diponegoro
Jam 10 malam yang lain sudah pada tutup tapi lesehan nasi jinggo yang terletak di Jalan Diponegoro tepatnya di kawasan pertokoan Kertajaya ini baru membuka lapaknya. Memang lesehan ini terkenal bagi mereka yang suka ‘berkeliaran’ di malam hari. Menggunakan bagian depan atau teras dari toko-toko yang sudah tutup, sebenarnya Anda dapat menemukan banyak lesehan nasi jinggo di sepanjang Jalan Diponegoro hingga Jalan Thamrin, Denpasar. Namun yang paling ramai terletak di pertokoan Kertajaya ini, mungkin karena lesehan ini yang paling enak.
Nasi campur yang dibungkus dengan daun pisang, berisi nasi putih atau kuning, ayam suwir atau daging suwir, mie goreng, serundeng (parutan kelapa yang digoreng hingga kering) itulah nasi jinggo. Sangat sederhana, namun apabila dicampur dengan sambal yang super pedas, Anda akan merasakan kenikmatan kuliner malam ini. Ditemani kerupuk dan teh atau kopi panas, kenikmatan makin terasa.
Sebungkus nasi jinggo dihargai Rp 2.500,- memang sangat murah, namun kenikmatannya lebih dari harga tersebut. Apalagi kalau ramai bersama teman-teman, sambil ngobrol menikmati malam Kota Denpasar. Saya yakin, Anda akan menghabiskan lebih dari satu bungkus nasi jinggo ini. 
Hingga sekarang, ada satu hal yang belum saya dapatkan jawabannya, baik dari pedagangnya sendiri. Asal mula nama nasi campur yang sudah disajikan bungkus ini menjadi Jinggo. Hmmm, apa ada yang bisa berikan informasinya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar