Minggu, 06 Juli 2014

Puerto Princesa, Palawan, Philippines

Bulan November 2013 lalu muncul pesan dari salah satu anggota grup di Whatsapp yang isinya sebuah link promo salah satu maskapai penerbangan low cost carrier dari Filipina. Salah satu promonya adalah penerbangan dari Kuala Lumpur ke Manila hanya 199 Pesos atau sekitar Rp 60.000, yang kalau ditambah dengan pajak bandara dan biaya bahan bakar jadi sekitar 1.000 Pesos atau Rp 300.000,- untuk sekali terbang. Penawaran menarik yang langsung saya eksekusi untuk keberangkatan di akhir Juni 2014. Namun sebenarnya bukan Manila yang ingin saya kunjungi, melainkan Underground River, salah satu objek wisata di Pulau Palawan yang masuk kedalam New 7 Wonders of Nature.
 Pantai dengan Batuan Karst di Pulau Palawan

Minggu, 08 Juni 2014

Trip 3 Countries in 5 Days (Sawadika Bangkok)

Kesalahan pertama jika mau jalan-jalan adalah tidak membuat itinerary perjalanan yang detail, apalagi kalau berangkat kesuatu tempat tidak sendirian. Yang ada bakalan bingung dan berdebat mau kemana, menginap dimana, dan naik apa, padahal sudah berada di lokasi tengah kota yang merupakan pusatnya turis di kota itu. Itu yang terjadi saat kami tiba di Bangkok dan diturunkan di Jalan Sam Sen. Saya tidak merinci detail perjalanan yang akan kami lakukan saat di Bangkok, karena memang hanya ingin menghabiskan waktu ke Museum Madame Tussauds, sebelum balik ke Medan dengan pesawat jam 4 sore keesokan harinya. Setelah bertanya sana sini, akhirnya sampai di Jalan Khaosan, jalan ternama di Kota Bangkok yang menjadi pusatnya para backpacker dari seluruh dunia berkumpul, karena banyak penginapan, tempat hiburan dan resto murah disana. Sawadika Bangkok.
Sawadika, Halo Thailand

Kamis, 29 Mei 2014

Trip 3 Countries in 5 Days (Good Morning Angkor Wat)

Tepat jam setengah delapan pagi, sebuah tuk-tuk dengan 2 orang penumpang dan seorang supir telah menunggu kami di lobi hotel. Ternyata mini bus tidak menjemput langsung ke hotel, tapi beberapa tuk-tuk menjemput seluruh penumpang agar lebih cepat dan diantar ke kantor tempat mini bus berangkat. Berkenalan dengan sepasang, entah masih pacaran atau sudah menikah, dan mereka berasal dari Perancis. Tujuan kami sama yaitu ingin ke Siem Reap, kota di bagian utara Kamboja untuk melihat dari dekat komplek candi terbesar didunia, Angkor Wat.
Angkor Wat di Pagi Hari

Minggu, 25 Mei 2014

Trip 3 Countries in 5 Days (Sourm Sva Kum Cambodia)

Seluruh penumpang turun dari bus untuk pengurusan imigrasi di perbatasan antara Vietnam dan Kamboja. Puluhan orang bergantian dari beberapa rombongan bus mengantri untuk proses imigrasi. Seluruh paspor penumpang bus dikumpulkan ke petugas bus yang membantu pengurusan imigrasi. Tidak lebih dari 15 menit akhirnya nama saya dipanggil oleh petugas bus tersebut, tidak terlalu ketat dan petugas imigrasi Vietnam pun seperti asal-asalan mengecek paspor. Kembali ke bus untuk pengurusan imigrasi masuk ke Kamboja, namun lebih ketat dengan cek sidik jari dan harus mengisi surat keterangan keimigrasian Kamboja. Semua berjalan lancar dan akhirnya, Sourm Sva Kum Cambodia (Selamat datang di Kamboja).
Patung Decho Meas, Phnom Penh-Cambodia

Sabtu, 10 Mei 2014

Trip 3 Countries in 5 Days (Vietnam)

Saya sebut ini sebagai 'perjalanan marathon' yang saya lakukan dalam waktu 5 hari untuk mengunjungi 3 negara yaitu Vietnam, Kamboja dan Thailand. Terus terang perjalanan ini awalnya saya terinspirasi oleh sebuah tulisan di website http://www.seat61.com yang menulis secara detail bagaimana cara untuk berkeliling ke kota dan objek wisata yang ada di beberapa negara di kawasan Indochina. Selain itu juga karena membaca sebuah buku yang berjudul Backpacking  3 Negara 5 Kota oleh Ruri, menambah kepercayaan diri saya untuk segera mewujudkan perjalanan ini. Setelah mendapatkan tanggal yang pas dan tiket pesawat murah, meluncurlah saya dari Medan untuk mencari pengalaman baru melalui perjalanan hemat ala tas ransel dimulai dari Ho Chi Minh City-Vietnam, Phnom Penh dan Siem Reap-Cambodia hingga berakhir di Bangkok-Thailand. 
Peta Wilayah Indochina (Negara Vietnam, Cambodia, Lao, Thailand, Myanmar)

Selasa, 25 Maret 2014

Cerita Setahun di Medan

Keringat saya jatuh di aspal bandara, karena siang itu sepertinya ada dua matahari diatas kepala. Masuk ke ruang pengambilan bagasi yang ber-AC, tapi masih belum bisa mendinginkan, ditambah beban 1 tas koper besar dan tas punggung yang minta ampun beratnya. Namun tak satupun kereta troli harapan untuk menolong saya yang terlihat. Petugas porter yang jumlahnya puluhan sudah membajak semua troli sebagai alat pencari uang mereka. Saya masih harus menunggu 2 tas koper tambahan lagi di antrian bagasi dengan satu jalur lurus travelator barang dengan ujung yang tidak jelas. Semua penumpang berebut mengambil barang dan membuang begitu saja barang yang bukan milik mereka. Kaget dan heran, 2 koper saya sudah berada dekat pintu keluar di ruang kedatangan. Yup, saya akhirnya tiba dengan sambutan yang mengharukan di salah satu kota dengan bandara internasional di Indonesia yang untungnya kini sudah tidak digunakan lagi, Bandara Polonia, Medan.
 Ikon Kota Medan, Istana Maimun

Selasa, 04 Maret 2014

Langkawi, Elang dan Batu Karst

Hanya ada jeda kurang dari 40 menit saat pesawat mendarat dan berganti pesawat kembali untuk terbang. Akhirnya saya harus lari dari gerbang imigrasi setelah stample masuk ke Malaysia kembali diberikan di passport saya untuk yang kesekian kalinya, menuju ke ruang check in domestik di LCCT, Kuala Lumpur. Jika terlambat 5 menit saja, mungkin saya tidak diperbolehkan untuk ikut penerbangan, tapi untungnya kakak cantik petugas maskapai berbaju merah mengijinkan saya untuk mendapatkan boarding pass. Panggilan terakhir untuk masuk ke pesawat terdengar dan akhirnya saya bisa terbang ke Langkawi.
'Langkawi Permata Kedah' Slogan Terkenal di Pantai Cenang